Home Sport Novendra Priasmoro Puncaki JAPFA FIDE Rated 2026, Duel Panas Lawan Lutfi Ali Menanti

Novendra Priasmoro Puncaki JAPFA FIDE Rated 2026, Duel Panas Lawan Lutfi Ali Menanti

Catur

0
SHARE
Novendra Priasmoro Puncaki JAPFA FIDE Rated 2026, Duel Panas Lawan Lutfi Ali Menanti

Keterangan Gambar : GM Novendra Priasmoro

BIZNEWS.ID, JAKARTA - Grandmaster (GM) Novendra Priasmoro sukses merebut puncak klasemen sementara kategori Open turnamen JAPFA FIDE Rated 2026 usai meraih kemenangan penting pada babak kelima di Jakarta, Minggu (24/5). Pecatur senior Indonesia itu menaklukkan Stevanky dalam pertarungan ketat yang berlangsung hingga 65 langkah.

Hasil tersebut membuat Novendra mengoleksi 4,5 poin dari empat kemenangan dan satu hasil remis. Raihan itu menempatkannya sejajar di posisi teratas bersama International Master (IM) Muhamad Lutfi Ali.

Novendra mengakui laga melawan Stevanky berjalan sangat sulit. Juara Kejurnas tahun lalu itu dinilai tampil agresif dan beberapa kali membuat posisi pertandingan berubah drastis.

“Pertandingannya alot, dia bagus mainnya. Sempat bolak-balik posisinya, bahkan hampir remis karena waktu saya tinggal tiga menit terakhir,” ujar Novendra usai pertandingan.

Mengandalkan pembukaan Rossolimo, Novendra sebenarnya merasa mampu mengontrol permainan sejak awal karena seluruh bidaknya berkembang aktif. Namun, ia sempat kesulitan mencari langkah terbaik untuk mengubah keunggulan posisi menjadi kemenangan.

Situasi makin rumit saat memasuki fase akhir permainan dengan adu benteng. Stevanky memiliki dua gajah aktif yang terus menekan pertahanan Novendra. Untuk memecah kebuntuan, Novendra mengambil langkah taktis dengan mengorbankan pion di petak e5 demi membuka ruang serangan bagi gajahnya di petak g3.

Strategi itu akhirnya membuahkan hasil. Setelah melalui duel panjang dan menegangkan, Novendra memastikan kemenangan pada langkah ke-65.

Kemenangan tersebut langsung menghadirkan tantangan besar bagi Novendra pada ronde keenam. Ia dijadwalkan menghadapi rival lamanya sejak kecil, IM Muhamad Lutfi Ali, yang juga belum terkalahkan.

Menurut Novendra, laga melawan Lutfi akan menjadi ujian kesabaran. Ia menilai rivalnya itu memiliki karakter permainan solid dan sulit ditembus.

“Lutfi itu ulet, susah ditembus. Sementara saya tipikal pemain taktis. Kadang terlalu banyak mengorbankan perwira atau pion malah jadi kalah sendiri. Jadi besok harus lebih sabar dan ekstra hati-hati,” kata Novendra.

Meski berstatus Grandmaster dan menghadapi lawan bergelar International Master, Novendra menegaskan tidak merasa terbebani secara mental.

“Enggak ada beban. Main biasa saja. Saya juga enggak terlalu melihat gelar atau rating lawan. Yang penting sabar dan main bagus,” ujarnya.

Sementara itu, IM Satria Duta Cahaya mulai menempel papan atas klasemen. Pecatur muda Indonesia tersebut kini berada di posisi keempat dengan empat poin setelah mengalahkan Gelar Sagara Dwitama pada babak kelima.

Duta berharap mampu menjaga konsistensi hingga akhir turnamen setelah sempat membuka kompetisi dengan dua hasil remis.

“Semoga empat babak terakhir bisa maksimal. Dua babak awal memang remis, tapi tiga laga terakhir untungnya menang,” ujar Duta.

Soal target, Duta menegaskan ingin finis sebagai juara.

“Pasti ingin juara. Kalau belum bisa, minimal rating bertambah,” katanya.

Di kategori Challenger, Abraham Raja Ferdinand dan Sudung Tampubolon tampil sempurna dengan lima kemenangan beruntun. Keduanya memimpin klasemen sementara dengan koleksi lima poin.

Turnamen JAPFA FIDE Rated 2026 juga menghadirkan nuansa inklusif dengan keikutsertaan atlet catur difabel dari NPC Indonesia. Sebanyak 12 pecatur, 3 di antaranya tuna netra ikut bersaing bersama peserta umum di kategori Open maupun Challenger sesuai elo rating masing-masing.

VP Head of Social Investment JAPFA, R. Artsanti Alif, mengatakan kehadiran atlet para catur menjadi bukti bahwa turnamen ini terbuka untuk semua kalangan.

“Kehadiran atlet Para Chess menjadi apresiasi tersendiri bagi JAPFA. Ini menunjukkan turnamen FIDE Rated bersama Percasi mampu menjadi ajang yang inklusif,” ujar Artsanti.

Menurut dia, JAPFA ingin membuka peluang seluas-luasnya bagi seluruh pecatur Indonesia, termasuk atlet disabilitas, untuk meningkatkan elo rating melalui kompetisi internasional.(Dens)