
Keterangan Gambar : Dari sembilan peserta program pembinaan JAPFA, lima pecatur akan dipilih untuk melanjutkan ke Kejurnas Catur di Banten pada 23 - 29 Oktober 2026.(FOTO JAPFA)
BIZNEWS.ID, DEPOK – Sebanyak 126 pecatur ambil bagian dalam Black Stallion Rapid Chess Tournament yang digelar JAPFA bersama Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PERCASI) di Depok, Minggu (18/10). Turnamen ini menjadi bagian dari evaluasi pembinaan sembilan peserta JAPFA Chess Camp 2026 sebelum menghadapi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur 2026 di Banten pada 23–29 Oktober.
Dari sembilan peserta program pembinaan JAPFA, lima pecatur akan dipilih untuk melanjutkan ke Kejurnas. Penampilan mereka dalam turnamen terbuka ini menjadi salah satu bahan pertimbangan untuk menilai perkembangan kemampuan, penerapan strategi, serta kesiapan menghadapi persaingan dengan lawan dari berbagai kalangan.
Sekretaris Jenderal PERCASI Nanang SAP mengatakan, kompetisi terbuka memberikan pengalaman penting bagi pecatur muda untuk menguji hasil latihan dalam situasi pertandingan sesungguhnya.
“Dengan menghadapi lawan dari berbagai latar belakang dan tingkat kemampuan, para peserta dapat memperoleh pengalaman bertanding yang penting sebagai bagian dari persiapan menuju Kejuaraan Nasional Catur 2026,” ujar Nanang.
Ia menilai, pertandingan semacam ini juga menjadi sarana untuk melihat perkembangan kemampuan peserta setelah menjalani rangkaian pelatihan. Nanang mengingatkan para pecatur muda agar menikmati proses kompetisi, terus berlatih, berprestasi, dan tetap rendah hati.
JAPFA Chess Camp merupakan program pembinaan intensif yang memadukan peningkatan keterampilan teknis dengan pengalaman bertanding secara berkelanjutan. Sebelum tampil di Depok, para peserta telah menjalani latihan dan pertandingan persahabatan di SCUA Gading Serpong dan Bandung, serta berpartisipasi dalam sejumlah turnamen.
Program ini juga mencakup asesmen psikologis untuk memetakan karakter, potensi psikologis, dan kemampuan intelektual peserta.
Pendekatan tersebut diharapkan membantu mengidentifikasi kebutuhan pengembangan setiap atlet agar pembinaan dapat dilakukan secara lebih terarah.
VP Head of Social Investment JAPFA R. Arsanti Alif menegaskan, program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung regenerasi pecatur Indonesia melalui pembinaan yang berkesinambungan.
“Kami tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga memfasilitasi kompetisi setiap minggunya agar anak-anak memiliki pengalaman bertanding dan dapat mengukur perkembangan kemampuan mereka,” kata Arsanti.
Menurut dia, kombinasi pelatihan, kompetisi, dan asesmen diharapkan dapat memperkuat kesiapan atlet muda untuk bersaing di tingkat nasional. Hasil evaluasi dari rangkaian kegiatan tersebut menjadi bekal dalam menentukan lima peserta yang akan mewakili program JAPFA Chess Camp pada Kejurnas Catur 2026 di Banten pada 23 hingga 29 Oktober mendatang. (Dens)








.jpg)











LEAVE A REPLY